Apakah Penderita Penyakit Jantung Perlu Minum Obat Seumur Hidup?

Salah satu faktor yang bisa memicu penyakit jantung kumat lagi setelah berobat dari rumah sakit adalah obatnya tidak secara rutin diminum. Anggapan dan pemikiran pada penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner maupun gagal jantung tidak perlu minum obat lagi bila sudah tidak ada keluhan tidaklah bisa dibenarkan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka kepatuhan minum obat pada penderita penyakit jantung berpengaruh pada angka kejadian timbulnya serangan berulang yang membuat penderita menjalani perawatan kembali di rumah sakit. Penyakit jantung berkaitan dengan metabolisme. Penyakit jantung darah tinggi, gagal jantung maupun penyakit jantung koroner memerlukan obat-obatan untuk mengontrol proses metabolisme. Karena sifatnya mengontrol maka obat yang diberikan oleh dokter bisa untuk jangka waktu yang lama.

Terapi obat yang diberikan oleh dokter tidak hanya semata-mata untuk menurunkan tekanan darah saja tetapi juga untuk memperbaiki dan mempertahankan fungsi endotel di pembuluh darah. Oleh karena itu pengobatan untuk hipertensi bisa diperlukan untuk jangka waktu yang panjang. Bila obat tidak rutin diminum maka komplikasi tekanan darah tinggi berupa kerusakan organ target seperti jantung sebagai pompa darah, otak, ginjal dan organ penting lain yang dialiri darah akan semakin cepat terjadi.

Gagal Jantung adalah salah satu komplikasi dari penyakit hipertensi yang kronik. Pada kondisi ini jantung tidak mampu lagi memompa darah secara optimal akibat tekanan yang tinggi di pembuluh darah. Sebagai akibatnya organ jantung akan mengalami pembesaran sehingga fungsi pompa jantung akan menurun. Apabila otot-otot jantung mengalami pembesaran maka keadaan ini bisa menjadi irreversibel atau sulit untuk mengembalikan fungsi otot jantung seperti keadaan awal. Peran pengobatan disini adalah mengontrol tekanan darah dan mempertahankan fungsi pompa jantung seoptimal mungkin dengan cara mencegah terjadinya perubahan otot jantung. Jadi pada diagnosa gagal jantung, bisa diperlukan obat-obatan yang diminum seumur hidup. Bagaimana bila obatnya dihentikan bila pasien sudah merasa kondisi tubuhnya enak? Tekanan darah bisa tidak terkontrol dan kembali tinggi, kondisi ini akan membuat otot-otot jantung bekerja lebih keras dan semakin menebal akhirnya fungsi pompa jantung kembali terganggu.

Baca info obat jantung herbal amazon berries

Penyakit jantung koroner yang ditandai nyeri dada atau angina seringkali kurang mendapatkan kewaspadaan. Faktor resiko hipertensi, dislipidemia, obesitas dan diabetes melitus seyogyanya menjadi acuan bagi masyarakat umum dan tenaga medis untuk melakukan pemeriksaan penunjang yang lebih lengkap untuk diagnosa pasien –pasien yang mengalami keluhan nyeri dada. Tersumbatnya aliran darah di pembuluh darah koroner jantung dalam hitungan jam akan menyebabkan kerusakan otot jantung yang bermanifestasi ke nyeri dada. Kerusakan otot jantung akan menurunkan fungsi pompa jantung, menimbulkan aritmia atau gangguan irama denyut jantung dan akibat yang paling fatal adalah henti jantung. Oleh karena itu diagnosa dan penatalaksanaan penyakit jantung koroner harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Pengobatannya tidak hanya berupa obat yang disuntikkan atau diminum saja, bisa juga diperlukan suatu tindakan operasi minimal invasif atau cateterisasi pembuluh darah koroner untuk menghilangkan sumbatan atau pemasangan “stent” (ring) pada pembuluh darah koroner yang mengalami penyempitan. Setelah melewati pengobatan fase akut, pasien penyakit jantung koroner bisa diberikan obat antitrombotik yang berfungsi untuk mencegah terjadinya sumbatan berulang di pembuluh darah koroner, oleh karena itu pemberian obat ini bisa seumur hidup.

Bagi tenaga medis, dokter maupun perawat seyogyanya tidak lupa untuk selalu memberikan informasi kepada pasien dengan kondisi-kondisi yang memerlukan terapi obat yang harus diminum dalam jangka waktu yang lama ataupun seumur hidupnya. Bagi pasien hendaknya juga harus menyadari dan mematuhi petunjuk tenaga medis demi kesehatannya. Dan mari kita jaga pola makan, aktivitas fisik, dan berat badan agar kita yang masih diberi kesehatan tidak perlu minum obat seumur hidup!

sumber : www.webmd.com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *